Gelandangan di Jepang

Di Jepang, orang yang hidup di jalan itu biasa disebut homeless, dijepangkan menjadi ホームレス homuresu. Tetapi, homeless di Jepang tidak hanya sebatas itu, orang yang tinggal di warung internet (di Jepang disebut dengan Internet Cafe インターネットカフェ), rumah teman, atau restoran cepat saji juga bisa disebut homeless atau orang dalam kondisi homeless jika itu dilakukan dalam waktu yang lama.

Di Jepang ada tiga macam homeless:

tipe-homeless

Kenapa menjadi homeless?

Ada beberapa kasus yang berhasil diwawancarai oleh artikel ini:

  1. Saya pernah kerja di perusahaan temporary, tapi saya dipecat. Mencari pekerjaan lain tapi tidak ketemu. Akhirnya saya tinggal di warnet. (Laki-laki 40tahunan)
  2. Saya pernah kerja di perusahaan konstruksi bagian lapangnya. Kemudian saya kecelakaan dan tidak bisa bekerja lagi, mencari pekerjaan lain juga tidak ada yang mau menerima. Akhirnya saya hidup di jalan. (Laki-laki 60 tahunan)
  3. Saya pernah bekerja di restoran selama lebih dari 10 tahun, tapi karena resesi, restorannya bangkrut dan tutup. Mau mencari pekerjaan restoran lain tidak ada. Jadinya saya tidak bisa bayar apartemen dan akhirnya hidup di jalan. (Laki-laki 40 tahunan)
  4. Keluarga saya miskin, bahkan karena itu saya drop out dari SMA. Saya ingin menjadi karyawan tetap di perusahaan saya, tapi sampai akhir tidak bisa. Setelah itu saya hanya kerja part time. Sayang sekali saya terkena penyakit dan tidak mampu bayar tagihan aparteme, jadinya saya homeless. (Laki-laki 30 tahunan)
  5. Saya pernah jadi PNS, setelah itu saya mencoba bisnis tapi gagal. Akhirnya saya tidak mampu bayar hutang dan jadi homeless.
  6. Saya tinggal di apartemen dengan uang pensiunan, tapi suatu ketika saya sakit dan harus mondok di rumah sakit. Ketika saya keluar, kontrak apartemen saya habis dan diberikan ke orang lain. Buku tabungan pensiun saya dibawa keluarga. Jadinya saya tidak bisa kembali ke rumah dan jadi homeless. (Laki-laki 70 tahunan)

Berapa jumlah homeless di Jepang?

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh pemerintah Jepang, pada tahun 2008 jumlah homeless mencapai 16.018 orang, jumlah ini menurun drastis ke angka 7.508 orang di tahun 2013. Homeless yang tidur di jalan pada siang hari sangatlah sedikit. Rata-rata pada siang hari mereka bekerja, seperti mencari kaleng bekas minuman. Pada malamnya mereka tidur di emperan stasiun, di parkir basement gedung atau di taman-taman dengan menggelar kardus. Untuk menjaga ketertiban dan kebersihan, barang-barang homeless biasanya ditata rapi pada satu tempat di siang harinya, di malam hari ketika mau tidur saja barang-barang tersebut digelar. Jika hal tersebut tidak dilakukan, bisa jadi barang-barang mereka akan diambil oleh yang berwajib.

fvqh1xh
Foto Barangnya homeless yang ditata rapi di siang hari (sumber disini)

a6be854d
Foto Pengangkutan kaleng bekas minuman, dijual perkilo (sumber disini)

Kenapa tidak bisa keluar dari dunia homeless?

Orang yang sudah jadi homeless biasanya tidak memiliki alamat dan no telpon. Di Jepang untuk urusan administrasi, alamat dan no telpon itu adalah hal wajib yang harus ada. Oleh karena itu, bagi homeless, untuk memulai hidup baru sangatlah susah. Akan bisa membantu jika ada sanak family yang berani menjamin. Maklum saja, untuk hal-hal tertentu, harus orang yang memiliki hubungan keluarga yang bisa menjamin.

Sumber tulisan disini.

 pic2e4bfaee6ada3
Foto Homless yang mendorong barangnya (sumber disini)

Gambaran kita bahwa hidup di Jepang itu enak dan bla bla bla tidaklah semua benar. Ada sisi-sisi suram juga di Jepang. Ada gelandangan yang hidup susah. Tinggal di taman sering di usir, tinggal di jalan apalagi. Hidupnya terlunta-lunta. Meskipun terkadang ada LSM yang memberi makan pagi atau malam kepada mereka, tapi tinggal di jalan tetaplah tidak enak, apalagi di musim dingin sangatlah menyiksa.

001372acd73d10958a5701
Foto Pembagian makanan untuk homeless (sumber disini)

Video Gambaran kehidupan homeless di Jepang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s